Gerakan Islam Berkemajuan
Cilacap – Dalam upaya memperkuat peran dakwah Islam yang kontekstual dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tritih Kulon menegaskan pentingnya gerakan dakwah yang mengakar, bukan hanya menggema.
Dakwah Muhammadiyah di tingkat ranting harus hadir secara nyata dalam aktivitas warga, tidak sebatas kegiatan seremonial atau pengajian rutin. Bukan hanya di mimbar, tetapi juga di dapur, di kelas, di ladang, dan di komunitas.
Sebagai bentuk dakwah yang membumi, PRM Tritih Kulon menyelenggarakan tiga program unggulan yang dijalankan secara rutin:
Program kajian keislaman mingguan yang terbuka untuk seluruh warga dan kader Muhammadiyah. Materi yang disampaikan tidak hanya soal ibadah, tetapi juga membahas isu-isu sosial, pendidikan, dan peran Muhammadiyah dalam masyarakat.
Sebuah sistem infaq rutin dari anggota PRM untuk mendukung operasional dakwah, kegiatan sosial, dan penguatan struktur organisasi. Program ini menjadi bukti kemandirian PRM dalam mengelola keuangan secara transparan dan bertanggung jawab.
PRM melakukan pendampingan berkala terhadap guru-guru TPQ yang ada di bawah naungan Ranting. Pembinaan meliputi peningkatan kualitas mengajar, penguatan ideologi Muhammadiyah, dan motivasi dalam membina generasi Qur’ani di lingkungan sekitar.
Gerakan PRM Tritih Kulon ini senafas dengan ajaran KH. Ahmad Dahlan, yang menekankan bahwa dakwah bukan hanya ceramah, tetapi perbuatan yang membawa manfaat langsung.
“Agama itu hidup dalam perbuatan. Maka jangan hanya mempelajari agama, tapi amalkan!”
— KH. Ahmad Dahlan
(Ensiklopedia Muhammadiyah, Suara Muhammadiyah, 2010)
Begitu juga dengan pemikiran Prof. Dr. Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah:
“Dakwah Muhammadiyah harus mencerahkan. Ia tidak hanya menyampaikan kebenaran, tapi juga membebaskan dari keterbelakangan, kemiskinan, dan ketidakadilan.”
(Indonesia dan Keislaman Berkemajuan, Suara Muhammadiyah, 2016)