
Gerakan Islam Berkemajuan
Cilacap, 4 Agustus 2025 — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tritih Kulon kembali menyelenggarakan Kajian TAMASA (Ta’lim Malam Selasa) di Masjid Sabilul Huda, Jalan Nusantara, Cilacap. Kajian berlangsung selepas salat Maghrib hingga Isya dan diisi oleh Ustadz Arie Yusuf, S.Pd.I.
Kajian dibuka dengan renungan mendalam tentang kematian, sebagai pengingat utama bagi setiap insan agar senantiasa mempersiapkan diri menghadapi akhir kehidupan. Ustadz Arie mengangkat kisah Imam Syafi’i yang selalu membawa tongkat ke mana pun pergi, bukan karena lemah, tapi untuk mengingat kematian. Begitu pula Ali bin Abi Thalib yang mengenakan cincin bertuliskan peringatan tentang kematian — sebagai cara menjaga hati tetap sadar dan tidak lalai.
Setelah pembukaan yang menggetarkan hati, kajian dilanjutkan dengan pembahasan kitab Bulughul Maram, melanjutkan bab tentang hak seorang Muslim terhadap Muslim yang lain. Berdasarkan hadis Rasulullah ﷺ, terdapat enam hak utama yang harus dipenuhi oleh setiap Muslim kepada saudaranya:
Ustadz Arie secara khusus menekankan hak kelima, yaitu menjenguk orang sakit, sebagai bentuk nyata kepedulian dan ukhuwah Islamiyah. Disebutkan bahwa keutamaan menjenguk orang sakit sangat besar, sebagaimana sabda Nabi:
“Barang siapa menjenguk orang sakit, maka ia seakan-akan berjalan di taman-taman surga dan memetik buah-buahnya.”
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa siapa yang menjenguk orang sakit di pagi hari, maka 70 malaikat akan mendoakannya hingga petang. Begitu pula sebaliknya jika dilakukan sore hari, didoakan hingga pagi. Bahkan bagi orang yang sedang sakit, kesabarannya menjadi pelebur dosa dan pengangkat derajat di sisi Allah.
Kajian ini disambut dengan antusias oleh jamaah dari berbagai masjid dan mushola di wilayah PRM Tritih Kulon. Selain sebagai wahana ilmu, kajian TAMASA menjadi sarana memperkuat ruhiyah, ukhuwah, dan tradisi intelektual dalam bingkai dakwah yang mencerahkan.