Merdeka untuk Mandiri: Menguatkan Jamaah dan Dakwah PRM Tritih Kulon

Kemerdekaan bangsa Indonesia adalah amanah besar dari Allah SWT yang diwariskan para pahlawan melalui perjuangan dan pengorbanan. Namun, kemerdekaan tidak hanya berarti bebas dari penjajahan politik. Bagi umat Islam, kemerdekaan sejati adalah kemampuan untuk mandiri dalam iman, ilmu, dan amal shalih.
PRM Tritih Kulon meyakini bahwa dakwah harus sejalan dengan upaya membangun kemandirian jamaah. Sebab, masyarakat yang kuat secara ekonomi, pendidikan, dan spiritual akan lebih mudah menjalankan nilai Islam secara kaffah.
Mandiri dalam Ekonomi Umat
KH. Ahmad Dahlan pernah menekankan pentingnya menolong sesama dan menghidupkan semangat kemandirian. Sejalan dengan itu, Muhammadiyah selalu mengembangkan amal usaha sebagai wujud nyata mengisi kemerdekaan.
Bung Hatta, Bapak Koperasi Indonesia, pernah berpesan:
“Perekonomian harus disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.”
PRM Tritih Kulon mengajak jamaah untuk menghidupkan semangat gotong royong dalam ekonomi umat—mendukung usaha kecil, menggerakkan koperasi jamaah, serta memberdayakan generasi muda agar tidak bergantung pada bantuan semata.
Baca juga : Kemerdekaan dan Dakwah Muhammadiyah
Mandiri dalam Pendidikan dan Dakwah
Kemerdekaan juga bermakna bebas dari kebodohan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
PRM Tritih Kulon terus berkomitmen mengadakan kajian, pengajian rutin, dan pembinaan generasi muda. Pendidikan adalah jalan utama menuju kemandirian, karena dari ilmulah lahir jamaah yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi bagi bangsa.
Mandiri dalam Ukhuwah dan Organisasi
Pahlawan nasional Ki Bagus Hadikusumo—tokoh Muhammadiyah dan perumus dasar negara—mengajarkan bahwa perjuangan harus dilandasi keikhlasan dan persaudaraan. Nilai ukhuwah Islamiyah menjadi pondasi PRM Tritih Kulon dalam menggerakkan dakwah dan persyarikatan.
Kemandirian jamaah bukan berarti berjalan sendiri, melainkan saling menguatkan dalam ukhuwah. PRM Tritih Kulon hadir sebagai wadah kebersamaan: menguatkan iman, membimbing ibadah, dan menggerakkan amal shalih.
Kemerdekaan bukanlah tujuan akhir, tetapi jembatan menuju masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Dengan dakwah yang berkemajuan, PRM Tritih Kulon mengajak seluruh jamaah untuk merdeka dari ketergantungan, mandiri dalam iman, ekonomi, pendidikan, serta ukhuwah. Inilah jalan menuju Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur—masyarakat yang baik, diridhai Allah, dan sejahtera lahir batin.